-
Go green...
-
hmm, its golden colour...
-
Holy colour, yes it white...
-
The Brave Colour is Red only, i think...
-
I Think blue is calm colour...
Rabu, 11 September 2013
Selasa, 07 Mei 2013
Rabu, 17 April 2013
mpm
Metodelogi
pengembangan masyarakat
Ada beberapa prinsip dasar untuk mewujudkan masyarakat
yang berdaya atau mandiri.
a. Penyadaran
Untuk dapat maju atau melakukan sesuatu, orang harus
dibangunkan dari tidurnya. Demikian masyarakat juga
harus dibangunkan dari “tidur” keterbelakangannya,
dari kehidupannya sehari-hari yang tidak memikirkan
Masa depannya. Orang yang pikirannya tertidur merasa
tidak mempunyai masalah, karena mereka tidak memiliki aspirasi dan tujuan-tujuan yang
harus diperjuangkan.
Penyadaran berarti bahwa masyarakat secara keseluruhan
menjadi sadar bahwa mereka mempunyai tujuan-tujuan dan masalah-masalah.
Masyarakat yang sadar juga mulai menemukan peluang-peluang dan
memanfaatkannya, menemukan sumberdaya-sumberdaya yang ada ditempat itu yang
barangkali sampai saat ini tak pernah dipikirkan orang.
Masyarakat yang sadar menjadi semakin tajam dalam
mengetahui apa yang sedang terjadi baik di dalam maupun diluar masyarakatnya.
Masyarakat menjadi mampu merumuskan kebutuhan-kebutuhan dan aspirasinya.
b. Pelatihan
Pendidikan disini bukan hanya belajar membaca,menulis
dan berhitung, tetapi juga meningkatkan ketrampilan-ketrampilan bertani,
kerumahtanggaan, industri dan cara menggunakan pupuk. Juga belajar dari
sumber-sumber yang dapat diperoleh untuk mengetahui bagaimana memakai jasa
bank, bagaimana membuka rekening dan memperoleh Pinjaman.
Belajar tidak hanya dapat dilakukan melalui sekolah, tapi juga melalui
pertemuan-pertemuan informal dan diskusi-diskusi kelompok tempat mereka
membicarakan masalah-masalah mereka.
Melalui pendidikan, kesadaran masyarakat akan terus
berkembang. Perlu ditekankan bahwa setiap orang dalam masyarakat harus
mendapatkan pendidikan, termasuk orangtua dan kaum
wanita. Ide besar yang terkandung dibalik pendidikan
kaum miskin adalah bahwa pengetahuan menganggarkan kekuatan
c. Pengorganisasian
Agar menjadi kuat dan dapat menentukan nasibnya
sendiri, suatu masyarakat tidak cukup hanya disadarkan dan dilatih
ketrampilan, tapi juga harus diorganisir. Organisasi berarti
bahwa segala hal dikerjakan dengan cara yang teratur, ada pembagian tugas
diantara individu-individu yang akan bertanggungjawab terhadap pelaksanaan
tugas masing-masing dan ada kepemimpinan yang
tidak hanya terdiri dari beberapa gelintir orang tapi kepemimpinan diberbagai
tingkatan.
Masyarakat tidak mungkin diorganisir tanpa Pertemuan-pertemuan yang
diselenggarakan secara rutin untuk mengambil keputusan-keputusan dan melihat
apakah keputusan-keputusan tersebut dilaksanakan. Wakil-wakil dari semua
kelompok harus berpartisipasi dalam
proses Pembuatan
keputusan. Selain pertemuan-pertemuan rutin, catatlah keputusan-keputusan yang telah
diambil. Notulen itu akan dibacakan dalam pertemuan berikutnya untuk mengetahui
apakah orang-orang yang bertanggungjawab terhadap keputusan tersebut sudah
melaksanakan tugasnya atau belum.
Tugas-tugas
harus dibagikan pada berbagai kelompok, termasuk kaum muda, kaum wanita, dan
orangtua. Pembukuan yang sehat juga sangat
penting. Semua orang harus mengetahui penggunaan uang dan berapa sisanya.
Pembukuan harus dikontrol secara rutin misalnya setiap bulan untuk menghindari
adanya penyelewengan.
d. Pengembangan
kekuatan
Kekuasaan berarti kemampuan untuk mempengaruhi orang
lain. Bila dalam suatu masyarakat tidak ada Penyadaran,
Latihan atau organisasi, orang-orangnya akan merasa tak berdaya dan tak
berkekuatan. Mereka berkata “kami tidak bisa, kami tidak punya kekuatan”.
Pada saat masyarakat merasa memiliki Potensi atau kekuatan, mereka tidak akan
mengatakan lagi, “kami tidak bisa”, tetapi mereka akan berkata “kami mampu!”. Masyarakat menjadi percaya diri.
Nasib mereka berada di tangan mereka sendiri. Pada kondisi seperti ini bantuan
yang bersifat fisik, uang, teknologi dsb. Hanya sebagai sarana perubahan sikap.
Bila
masyarakat mempunyai kekuatan, setengah perjuangan untukPembangunan sudah dimenangkan. Tetapi
perlu ditekankan kekuatan itu benar-benar dari masyarakat bukan dari satu atau
dua orang pemimpin saja. Kekuatan masyarakat harus
mengontrol kekuasaan para pemimpin.
e. Membangun
Dinamika
Dinamika orang miskin berarti bahwa masyarakat itu
sendiri yang memutuskan dan melaksanakan program-programnya sesuai dengan
rencana yang sudah digariskan dan diputuskan sendiri. Dalam konteks ini
keputusan-keputusan sedapat mungkin harus diambil di dalam masyarakat sendiri,
bukan diluar masyarakat tersebut.
Lebih jauh lagi, keputusan-keputusan harus
diambil dari dalam masyarakar sendiri. Semakin berkurangnya kontrol
dari masyarakatterhadap keputusan-keputusan itu, semakin besarlah
bahaya bahwa orang-orang tidak mengetahui keputusan-keputusan tersebut
atau bahkan keputusan-keputusan itu keliru. Hal prinsip bahwa keputusan harus
diambil sedekat mungkin dengan tempat pelaksanaan atau sasaran.

































